Siswa SMP Negeri 3 Panga Garap Film Raja Muda Penakluk Kapal Niesero Quaetie 1883
Panga/Aceh Jaya| Sabtu (06/03/2021) Sejumlah Siswa SMP Negeri 3 Panga, Kabupaten Aceh Jaya menggarap film Raja Muda Penakluk Kapal Niesero Quaetie 1883. Film bertajuk sejarah perang Aceh dilakukan sebegai upaya guru memupuk keterampilan 4 C untuk masa depan siswa abad 21.
"Kami menggarap film perang bertajuk sejarah ini untuk menarik perhatian siswa mencintai sejarahnya. Belajar sambil bermain peran akan menghasilkan kreatifitas dengan keterampilan 4 C." Kata Ridwan, (Guru sebagai sutradara pembuatan film Niesero Quaetie).
"Kesempatan syuting
episode 3 ini, mereka menghadirkan cucu Teuku Raja Muda Teunom dan para sponsor
dari Jasa Mutiara Walet (JMW), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Gerakan
Teunom Carong (GTC) dan Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) Mutiara Cerdas (MC). Alhamdulillah
mereka sangat antusias mensupport kegiatan ini". Tutur Ridwan.
Sejarah penaklukan kapal Niesero ini, menarik dikaji karena menyita perhatian dunia, terutama negara-negara Eropa, maka peristiwa itu ditulis oleh banyak orang dalam berbagai buku literatur sejarah kolonial di Aceh.
Ridwan melanjutkan "mengadakan
talkshow (klik di sini lihat rekaman talkshow sesi 1) di lokasi syuting, dengan narasumber langsung cucu Teuku Raja Muda
(Raja Penakluk Kapal Niesero) dalam pemaparan, cucu Teuku Raja Muda sempat
menangis haru, saat menceritakan masa penjajahan Belanda di bawah pimpinan
Laging Tobias (1882-1884). Sebuah peristiwa yang menyita perhatian dunia,
terutama Inggris terjadi di Aceh. Hal ini, kemudian membuat Belanda di Aceh
panik dan wibawanya luntur di Eropa. Peristiwa itu dinamai oleh Belanda sebagai
"Nisero-quaestie 1883". (klik di sini lihat talkshow sesi 2)
Ridwan menceritakan "Para
sponsor dan aktor film ikut menangis haru dan sedih mengingat jasa dan pahitnya
perjuangan masa dulu, membuat film saja susah bagaimana dengan para pejuang
dulu mereka berperang melawan penjajah, bahkan Teunom dulu diserang oleh dua
bangsa (Belada dan Inggris), namun jejak perjuangan mereka hanya diabadikan
dengan monumen kecil kapal mainan, bukan replica kapal Niesero yang
sebenarnya".
Kemudian lanjut Ridwan,
film tersebut di upload ke Youtube. hingga saat ini video tersebut, episode 1
dan 2 telah mendapatkan apresiasi netizens luar negeri dari berbagai negara.
"Alhamdulillah siswa
sekolah terpencil ini kembali rebut hati warga negara asing dalam perang Aceh
Niesero Quaetie. Beberapa saat publikasi langsung dihujani komentar apresiasi
warga netizens dari berbagai negara." Kata Ridwan.
Ia mengaku haru melihat aksi siswa sekolah terpencil ini luar biasa, semua perlengkapan di buat secara bersama-sama, scenario dan segalanya dilakukan tanpa menggurui tetapi bermitra, berdiskusi dan berkolaborasi dengan mereka. Kami baru bangkit untuk berperang melawan kebodohan, berjuang melawan lupa sejarah, mencari inovasi pembelajaran yang menyenangkan, memperjuangkan keterampilan 4 C," Tutur Ridwan.
















Luar biasa maju terus
BalasHapusLuar biasa 🙏 Terimakasih sukses terus buat semuanya
BalasHapusLuar biasa 🙏 Terimakasih sukses terus buat semuanya
BalasHapus